Algoritma Media Sosial: Urgensi Pendidikan Dakwah dalam Platform Digital Youtube
Main Article Content
Abstract
Technological advances have brought about major changes in the dissemination of Islamic information. Social media has become the main means of disseminating da'wah content, including Islamic studies in the form of videos, photos, and live broadcasts. However, behind this convenience, a serious challenge arises in the form of the dissemination of unvalidated information due to social media algorithms that prioritize user engagement over content veracity. This research uses a qualitative approach with a library research approach. Data sources collected included books, journals, and Islamic preaching videos on the social media platform YouTube.This study aims to examine how social media algorithms filter, disseminate, and shape Islamic understanding, and emphasizes the importance of information validation to reduce misinformation. By referring to previous research and offering new perspectives, this study is expected to encourage the formation of a healthier and more responsible digital ecosystem in spreading Islamic narratives
Article Details
References
Ahmad, A., & Amar, A. (2012). Perkembangan teknologi komunikasi dan kesenjangan informasi: Akar informasi dan berbagai standarnya. Jurnal Dakwah Tabligh, 3(1),
Burhanudin, A. M., Nurhidayah, Y., & Chaerunisa, U. (2019). Dakwah melalui media sosial: Studi tentang pemanfaatan media Instagram @Cherbonfeminist sebagai media dakwah mengenai kesetaraan gender. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 10(2).
Dermawan, H. (2024). Peran media sosial dalam pembentukan narasi Islam di dunia digital. Andragogia: Journal of Education Science and Islamic Studies, 1(1)
Devie, R. (2018). Risiko polarisasi algoritma media sosial: Kajian terhadap kerentanan sosial dan ketahanan bangsa. Jurnal Lemhannas RI, 6(1),
Febriyanto, E., dkk. (2019). Sistem verifikasi sertifikat menggunakan QR Code pada Central Event Information. Techno.COM, 18(1)
Juliswara, F. (2017). Mengembangkan model literasi media yang berkebhinnekaan dalam menganalisis informasi berita palsu (hoax) di media sosial. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4(2), 142. https://doi.org/10.22146/jps.v4i2.28586
Maulana, G. G. (2017). Pembelajaran dasar algoritma dan pemrograman menggunakan El- Goritma berbasis web. Jurnal Teknik Mesin (JTM), 6(Edisi Spesial)
Maulana, I., dkk. (2018). Dakwah di media sosial. Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(3)
Maulidna, F., dkk. (2025). Etika dakwah di media digital: Tantangan dan solusi. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(2)
Nahied, M. A., & Ubaidillah, R. (2024). Mediatisasi hadis: Transformasi interpretasi dalam era digital. AL-MANAR: Jurnal Kajian Al-Quran dan Hadits, 10(5)
Nawaffani, M. M. (2023). Dakwah digital dan dakwah mimbar: Analisis peran dan dampak dalam era digitalisasi. Jurnal Sanaamul Qur’an, 4(2)
Ramdhan, I. (2024). Dari meme ke makna: Jembatan menuju literasi melalui algoritma media sosial di Indonesia. Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif, 5(1)
Suci, D. R., dkk. (2022). Validitas media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Emaze tentang materi Protista untuk peserta didik SMA. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(4), 827–839.
Wilson, J. Q. (2005). Politics and polarization, religion and polarization.
Wiryanda, L., dkk. (2023). Literasi media sosial di TikTok pada remaja dalam menentukan validitas informasi. Journal of Intercultural Communication and Society, 2(1)
Zakariya, H. (2018). Al-Maidah 51 dari offline ke online (Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).