Cyber Ethics dan Kecerdasan Buatan dalam Digitalisasi Peradilan Agama di Indonesia Perspektif Maqashid Syariah
Main Article Content
Abstract
The rapid digital transformation of Indonesia's judiciary, including the Religious Courts (Pengadilan Agama), raises urgent ethical and legal questions once artificial intelligence (AI) is introduced into the settlement of Islamic family law disputes. This article examines how cyber ethics, understood through the lens of maqasid al-shari'ah, the five higher objectives of Islamic law, can function as a normative and pedagogical bridge where positive law has not yet caught up with technological change. Using a normative-juridical method with statutory, conceptual, and case-illustration approaches, the discussion maps each maqasid (protection of religion, life, intellect, lineage, and property) against concrete AI risks, covers the regulatory infrastructure of e-Court and e-Litigation, the opportunities and algorithmic risks of AI in adjudicating divorce, custody (hadhanah), and inheritance (waris) cases, the protection of sensitive family data, the boundaries of judicial discretion (diskresi hakim), and the correlation between maqasid-based curriculum reform in Islamic legal education and the cultivation of AI literacy among future judges, advocates, and litigants. The analysis finds that while digitalization improves efficiency and access to justice, unchecked reliance on AI risks algorithmic bias, erosion of judicial independence, and exposure of highly sensitive family data, and that these risks can only be sustainably mitigated through maqasid-based education reform alongside regulation. The article recommends that the Supreme Court and Religious Courts adopt risk-based, sharia-compatible AI governance guidelines, and that Islamic legal education institutions integrate maqasid-based cyber ethics literacy into their curricula, with substantive justice as the ultimate objective of Islamic family adjudication.
Article Details
References
Amarini, I., Y. Saefudin, I. A. Kartini, M. Marsitiningsih, dan N. Ismail. "Digital Transformation: Creating an Effective and Efficient Court in Indonesia." Legality: Jurnal Ilmiah Hukum 31, no. 2 (2023): 266–84.
Anisa. "Digitalisasi Peradilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah: Tantangan dan Peluang Pasca Implementasi E-Court dan E-Litigation." Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi 10, no. 1 (2024): 45–60.
Aliyatun Nur Afifah, Muhammad Adam Fahri A, Raisyal Fiqri Perdana Sasmita, dan Raya Djatnika Sudjanta. "Kecerdasan Buatan dan Islam: Ancaman dan Langkah Preventifnya." Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 8, no. 12 (2024): 2246–61.
Anindya Kusuma Dewi, dan Budi Agus Riswandi. "Regulasi Kecerdasan Buatan dalam Perspektif Hukum Indonesia: Tantangan dan Prospek." Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 30, no. 2 (2023): 340–60.
Arief Sidharta. "Etika Digital dan Perlindungan Hak Asasi Manusia di Ruang Siber." Jurnal Hukum dan Pembangunan 52, no. 1 (2022): 75–95.
Arifin, H., C. U. Sadiyah, A. A. Zahra, G. Setiawan, dan H. Ismail. "Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian di Pengadilan Agama: Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus di Kota Metro)." Bulletin of Islamic Law 2, no. 1 (2025): 43–54.
Arsyad, M. "Implementasi Hukum Islam dalam Sistem Peradilan di Indonesia: Studi Kasus pada Peradilan Agama." Jurnal Tana Mana 5, no. 2 (2024): 264–70.
Aswindari Harahap, Rahmayanti Rahmayanti, Rudi Tiono, dan Bambang Agus Pariyono. "Analisis Diskresi Hakim dalam Mengintegrasikan Rekomendasi Penalaran Hukum Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) di Pengadilan Niaga." Locus Journal of Academic Literature Review 4, no. 9 (2025): 1–12.
Budi Agus Riswandi. "Tanggung Jawab Hukum Sistem Kecerdasan Buatan: Perspektif Hukum Perdata Indonesia." Jurnal Magister Hukum Udayana 11, no. 3 (2022): 525–40.
Edmon Makarim. Pengantar Hukum Telematika: Suatu Kompilasi Kajian. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2019.
———. Tanggung Jawab Hukum Operator Sistem Elektronik. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2022.
Herlambang Perdana Wiratraman. "Perlindungan Data Pribadi dan Hak Asasi Manusia dalam Era Kecerdasan Buatan." Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum 9, no. 2 (2022): 220–40.
Hermanto, A. Maqashid Al-Syari'ah: Metode Ijtihad dan Pembaruan Hukum Keluarga Islam. Yogyakarta: Literasi Nusantara Abadi, 2022.
Ida Fitriana, Siti Asiah Nurfadillah, Eden Abdul Manan, Windary Sri Patimah, dan Dwi Novita. "Edukasi Islam dan Literasi Digital: Solusi Pembentukan Etika Online bagi Generasi Z." Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 4 (2026): 55–68.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196.
Indriyanto Seno Adji. "AI dalam Sistem Peradilan Pidana: Peluang, Risiko, dan Dimensi Hak Asasi Manusia." Jurnal Hukum Pidana dan Kriminologi 4, no. 1 (2023): 1–20.
Iskandar, T., dan M. Nizar. "Integrasi AI dalam Kurikulum Madrasah: Studi Kasus Pengembangan Chatbot Islami." Journal of Islamic Education Innovation 5, no. 1 (2024): 22–35.
Izzuddin, Ahmad Rofiq, dan Abu Hapsin. "Revitalisasi Nilai Etika Perceraian dalam Putusan Verstek di Pengadilan Agama." De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah 13, no. 1 (2021): 30–48.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2023. Jakarta: MA RI, 2023.
Nuryamin, Yulia Fihtriany Rahmah, Muhammad, dan Ai Imas Mursyidah Zein. "Artificial Intelligence in Islamic Family Law: Ethical Challenges and Maqasid al-Shari'ah Perspectives." Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (2026): 717–42.
Ramdani, dan Diana Mayaningsih. "Urgensi Persidangan Secara Elektronik (E-Litigasi) dalam Perspektif Hukum Acara Peradilan Agama di Era Digitalisasi." Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam 2, no. 2 (2021): 219–36.
Rika Ratna Permata, dan Tasya Safiranita. "Perlindungan Hukum Data Pribadi dalam Pemrosesan oleh Sistem Kecerdasan Buatan Berdasarkan Undang-Undang PDP." Jurnal Ilmu Hukum Universitas Brawijaya 15, no. 2 (2023): 305–24.
Satjipto Rahardjo. Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.
Silaban, I Nengah Gardhita Arsa Putra, dan Jeremy Kevin Parlindungan. "Penerapan Kecerdasan Artifisial dalam Pengawasan Kekuasaan Kehakiman Sebagai Upaya Mereduksi Disparitas Putusan Pidana di Indonesia." Ma'mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum 5, no. 4 (2024): 297–340.
Wahyu Nugroho. "Cyber Ethics sebagai Landasan Etik Profesi Hukum di Era Digital." Jurnal Etika dan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2024): 40–55.
Zidni Daris Salam, Nursyam, dan Mufida Cholil. "Penerapan Prinsip Maqasid Al-Shari'ah dalam Kurikulum untuk Menghadapi Tantangan Zaman Digital." PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 5, no. 2 (2026): 1–10. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i2.13019.