Integrasi Penelitian, Praktik Tasawuf, Inovasi Digital, dan Kesehatan Mental dalam Pendidikan Islam Kontemporer
Main Article Content
Abstract
This study explores the integration of Sufi values within Islamic psychotherapy as a holistic framework for addressing students’ mental health issues in the digital era. The rapid development of technology has created psychological pressures such as digital anxiety, emotional instability, and social comparison, which significantly affect students’ well-being. Through a qualitative descriptive approach based on library research, this study analyzes core Sufi concepts including muhasabah, dzikr, sabr, tawakkul, and tazkiyah al-nafs, and examines their relevance to emotional regulation, cognitive balance, and spiritual resilience. The findings indicate that Sufi practices provide effective mechanisms for reducing stress, enhancing self-control, and shaping inner peace. Furthermore, integrating these values with Islamic psychotherapy offers a more comprehensive therapeutic approach by aligning cognitive, emotional, and spiritual dimensions. This integration leads to the development of the Integrated Sufi-Based Islamic Psychotherapy Model, which emphasizes the stages of takhalli, tahalli, and tajalli as practical strategies for building students’ mental strength and spiritual identity. Overall, the study contributes to the advancement of Islamic mental health discourse and provides practical recommendations for educators and counselors to implement spiritually grounded interventions in educational settings.
Article Details
References
Afnan, M. (2024). Tasawuf dan penguatan spiritual remaja dalam konteks pendidikan Islam modern. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 155–170.
Aminah, S., & Noor, I. (2023). Terapi ruhani berbasis muraqabah untuk mengurangi kecemasan digital pada remaja. Jurnal Psikologi Islami, 8(1), 45–60.
Azzahra, N. (2024). Peran nilai-nilai tasawuf dalam regulasi emosi peserta didik. Jurnal Konseling dan Pendidikan Islam, 6(1), 22–34.
Fathurrahman, M. (2024). Integrasi psikologi Islam dalam pendampingan mental remaja sekolah. Jurnal Psikoterapi Islam, 5(2), 101–118.
Fauzan, A. (2023). Kritik terhadap pendekatan psikoterapi konvensional di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Studi Keislaman, 14(1), 87–100.
Hadi, R. (2023). Integrasi metode sufistik dalam konseling Islam kontemporer. Jurnal Bimbingan Islam, 11(3), 210–225.
Hidayat, A., & Ma’arif, S. (2023). Efektivitas terapi dzikir dalam menurunkan stres emosional remaja. Jurnal Psikologi Qur’ani, 4(2), 89–102.
Kusnadi, L. (2024). Model konseling Islam berbasis spiritualitas dalam pembinaan mental siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 9(2), 133–150.
Lubis, M. (2024). Dzikir dan kontemplasi sebagai teknik regulasi mental dalam pendidikan Islam. Jurnal Spiritualitas Islam, 7(1), 75–88.
Marlina, S. (2024). Dampak praktik dzikir dan tafakkur terhadap tekanan psikologis remaja di era digital. Jurnal Kesehatan Mental Islam, 3(2), 55–70.
Mursalin, A. (2024). Perbandingan efektivitas psikoterapi Islam dan CBT pada kecemasan remaja digital. Jurnal Psikologi Terapan Islam, 6(1), 12–28.
Nawawi, H. (2025). Urgensi tasawuf dalam pembinaan mental di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Islam, 15(1), 1–16.
Rahman, F. (2023). Digital anxiety dan dampaknya terhadap kesehatan mental peserta didik. Jurnal Psikologi Pendidikan Islam, 10(1), 44–60.
Rahmawati, N., & Idris, M. (2025). Tazkiyatun nafs sebagai strategi penguatan mentalitas siswa di era digital. Jurnal Pendidikan Spiritual Islam, 9(1), 23–40.
Syahputra, D. (2023). Pengaruh algoritma media sosial terhadap perilaku emosional remaja. Jurnal Media dan Psikologi, 2(2), 66–80.
Tengku, R., Hasan, A., & Fikri, S. (2024). Program detoks digital berbasis dzikir untuk meningkatkan fokus belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Islam, 4(1), 50–65.