Peran Agama dalam Membangun Toleransi dan Kerukunan Sosial di Tengah Keragaman Masyarakat: Studi Kasus di Kabupaten Pulau Morotai

Main Article Content

Sahbi Diti
Rifaldi Ahmad
Mustamin Giling

Abstract

This study aims to analyze the role of religion in fostering tolerance and social harmony within the diverse community of Morotai Island Regency, North Maluku. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving religious leaders, educators, and interfaith communities. The findings reveal that religion functions not only as a system of spiritual belief but also as a social instrument that strengthens solidarity and social cohesion in a plural society. Religious practices in Morotai reflect a living form of “social religion,” where religious values are integrated with local wisdom such as pela gandong, deliberation, and mutual cooperation. Furthermore, education, media, and the role of religious figures are identified as key factors in reinforcing the social ecology of tolerance. The study concludes that harmony in Morotai is not accidental but a social construct rooted in inclusive religious values and sustained communal practices.

Article Details

How to Cite
Sahbi Diti, Rifaldi Ahmad, & Mustamin Giling. (2026). Peran Agama dalam Membangun Toleransi dan Kerukunan Sosial di Tengah Keragaman Masyarakat: Studi Kasus di Kabupaten Pulau Morotai. Al-Kindi, 2(1), 499–508. Retrieved from https://journal-aharesearch.com/index.php/akjpim/article/view/89
Section
Articles

References

Azra, A. (2021). Agama dan kohesi sosial di masyarakat multikultural Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 121–137.

Haryanto, S. (2022). Dinamika toleransi dan konflik sosial di era digital: Tantangan bagi masyarakat multikultural Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Humaniora, 10(1), 55–72.

Hidayat, S. (2020). Agama, adat, dan kerukunan di kawasan kepulauan Indonesia Timur. Jurnal Studi Sosial dan Agama, 14(2), 99–115.

Hidayat, Z. (2024). Media sosial dan ujaran kebencian: Ancaman terhadap kohesi sosial di Indonesia. Jurnal Komunikasi dan Budaya Digital, 8(1), 33-49.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2021). Kebijakan Nasional Penguatan Moderasi Beragama 2020–2024. Jakarta: Kemenag RI.

Latif, Y. (2019). Negara paripurna: Historisitas, rasionalitas, dan aktualisasi Pancasila. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Madjid, N. (2022). Agama dan ruang publik: Tantangan keberagamaan inklusif di era modern. Jurnal Filsafat dan Keagamaan Nusantara, 12(3), 177–192.

Nasrullah, A., Fadli, M., & Karim, S. (2023). Agama dan modal sosial lokal dalam resolusi konflik di Indonesia Timur. Jurnal Sosiologi Agama, 15(3), 201–220.

Nurdin, R. (2023). Pendidikan multikultural dan penguatan karakter toleransi di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45–62.

Sahusilawane, H. (2024). Kearifan lokal dan dialog antarumat di Pulau Morotai. Jurnal Harmoni Sosial, 10(1), 45-62.

Wulandari, E. (2022). Peran media lokal dalam membangun opini publik tentang kerukunan antarumat beragama. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 9(2), 80–98.

Yusuf, M., & Latuconsina, F. (2024). Agama dan identitas sosial di Maluku Utara: Studi kasus Morotai. Jurnal Ilmu Sosial Kontemporer, 12(2), 89-108.